Jumat, 21 September 2012

Protes menentang film tentang Islam marak


Para pengunjuk rasa menerobos masuk ke halaman Kedutaan Besar Amerika Serikat di ibukota Yaman, Sanaa.
Ratusan orang tersebut mengungkapkan kemarahan atas sebuah film yang dibuat di Amerika Serikat yang dianggap menghina Nabi Muhammad.
Saksi mata mengatakan beberapa kenderaan bermotor di halaman kedutaan tampak terbakar.
Polisi sempat melepas tembakan ke udara untuk membubarkan para pengunjuk rasa namun sebagian dari mereka tetap berhasil memasuki kompleks kedutaan.
Laporan-laporan mengatakan aparat keamanan tambahan akhirnya dikerahkan dan berhasil mengusir para pengunjuk rasa dengan menggunakan gas air mata dan meriam air.
Kedutaan Besar Yaman di Washington sudah mengeluarkan pernyataan mengecam serangan itu dan menegaskan akan meningkatkan keamanan untuk menjamin misi-misi internasional di negara itu.
Selasa (11/09) malam, para pengunjuk rasa menyerbu gedung konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libia, dan menewaskan Duta Besar Amerika Serikat serta tiga warga Amerika lainnya.
Unjuk rasa di Kairo
Sementara itu di Kairo, Mesir, pengunjuk rasa bentrok dengan aparat keamanan di luar kompleks kedutaan Amerika Serikat.
Stasiun TV Mesir menyiarkan gambar-gambar tentang mobil polisi yang dibakar dan orang-orang berlarian menghindari tembakan gas air mata pada Rabu (12/09) malam.
Presiden Mesir, Mohamed Mursi, sudah mengecam film yang berjudul Innocence of Muslims tersebut namun pada saat bersamaan menentang kekerasan.
“Kami warga Mesir menolak setiap bentuk serangan atau penghinaan atas nabi kami. Saya mengutuk dan menentang semua orang yang menghina nabi kami,” tutur Mursi yang sedang berkunjung ke Belgia seperti dikutip kantor berita AFP.
“Adalah tugas kami untuk melindungi tamu kami dan pendatang dari luar negeri. Saya meminta semua orang untuk mempertimbangkan hal itu, tidak melanggar undang-undang Mesir, tidak menyerang kedutaan besar,” tambahnya.
Unjuk rasa menentang film tersebut juga terjadi di Tunis, ibukota Tunisia, sejak Rabu (12/09) dan polisi dilaporkan melepas tembakan gas air mata untuk membubarkan massa. (bbc, 13/9/2012)

Menghiasi Diri Dengan Akhlak Mulia


Dalam realitas keseharian kita, kadangkala kita pernah menjumpai seorang Muslim yang mungkin dari sisi ritualitas ibadahnya bagus, namun hal demikian sering tidak tercermin dalam perilaku atau akhlaknya. Shalatnya rajin, tetapi sering tak peduli dengan tetangganya yang miskin. Shaum sunnahnya rajin, namun wajahnya jarang menampakkan sikap ramah kepada sesama. Zikirnya rajin, tetapi tak mau bergaul dengan masyarakat umum. Demikian seterusnya. Tentu saja, Muslim demikian bukanlah Muslim yang ideal.

Muslim yang ideal tentu adalah Muslim yang memiliki hubungan yang baik secara vertikal kepada Allah SWT yang terwujud dalam akidah dan ibadahnya yang lurus dan baik, sekaligus juga memiliki hubungan yang baik secara horisontal dengan sesama manusia yang tercermin dalam akhlaknya yang mulia.
Akhlak mulia (akhlaq al-karimah) adalah salah satu tanda kesempurnaan keimanan dan ketakwaan seorang Muslim. Karena itu, tentu tidak dikatakan sempurna keimanan dan ketakwaan seorang Muslim jika ia tidak memiliki akhlak mulia. Bahkan Baginda Rasulullah SAW menyebut keimanan yang paling sempurna dari seorang Muslim ditunjukkan oleh akhlaknya yang mulia, “Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya,” demikian sabda beliau sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim. Karena itu, tidak aneh jika Baginda Rasulullah SAW pun menyebut Muslim yang berakhlak mulia sebagai manusia terbaik. Beliau bersabda, “Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Dalam sejumlah hadits lainnya, Baginda Rasulullah SAW menyebut sejumlah keistimewaan akhlak mulia ini. Saat beliau ditanya tentang apa itu kebajikan (al-birr), misalnya, beliau lansung menjawab, “Al-Birr husn al-khulq (Kebajikan itu adalah akhlak mulia.” (HR Muslim).
Beliau bahkan bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang Mukmin pada Hari Kiamat nanti selain akhlak mulia. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berbuat keji dan berkata-keta keji.” (HR at-Tirmidzi).
Dalam kesempatan lain Baginda Rasulullah SAW pernah ditanya tentang apa yang paling banyak menyebabkan orang masuk surga. Beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan akhlak mulia.” (HR at-Tirmidzi).
Akhlak mulia tentu saja bagian dari ketakwaan itu sendiri. Namun demikian, akhlak mulia disebut secara khusus dalam hadits di atas. Ini menunjukkan betapa istimewanya akhlak mulia. Ibn al-Qayyim berkata, “Penggabungan takwa dengan akhlak mulia karena takwa menunjukkan baiknya hubungan seseorang dengan Tuhannya, sementara akhlak mulia menunjukkan baiknya hubungan dirinya dengan orang lain.” (Muhammad ‘Alan, Dalil al-Falihin, III/68).
Sebaliknya, saat Baginda Rasulullah SAW ditanya tentang apa yang paling banyak menyebabkan orang masuk neraka. Beliau menjawab, “Mulut dan kemaluan.” (HR at-Tirmidzi).
Mengapa mulut? Sebab, dari mulut bisa meluncur kata-kata kekufuran, ghibah (membicarakan kejelekan orang lain),namimah (mengadu-domba orang lain), memfitnah orang lain, membatalkan yang haq dan membenarkan yang batil, dll.
Keutamaan kedudukan orang yang berakhlak mulia juga disejajarkan dengan keutamaan kedudukan orang yang biasa memperbanyak ibadah shaum dan sering menunaikan shalat malam. Baginda Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang Mukmin-karena kebaikan akhlaknya-menyamai derajat orang yang biasa melakukan shaum dan menunaikan shalat malam.” (HR Abu Dawud).
Bahkan kedudukan orang yang berakhlak mulia pada Hari Kiamat nanti dekat dengan kedudukan Baginda Rasulullah saw., sebagaimana sabda beliau, “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya dengan majelisku pada Hari Kiamat nanti adalah orang yang paling baik akhlaknya. Sebaliknya, orang yang aku benci dan paling jauh dari diriku adalah orang yang terlalu banyak bicara (yang tidak bermanfaat, pen.) dan sombong.” HR at-Tirmidzi).
Lalu apa yang dimaksud dengan akhlak mulia atau husn al-khulq? Di dalam tafsirnya, Abdullah ibn al-Mubarak, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, menyebut husn al-khulq sebagai: selalu bermuka manis; biasa melakukan kebajikan, di antaranya dengan biasa memberikan nasihat kepada orang lain dengan kata-kata yang baik, ringan tangan (mudah membantu orang lain), dll; serta sanggup menahan diri dari sikap menyakiti orang lain baik lewat ucapan maupun tindakan.
Husn al-hulq sesungguhnya juga merupakan gabungan dari sikap suka memaafkan, biasa memerintahkan kebajikan dan berpaling dari orang-orang yang jahil/bodoh, sebagaimana firman Allah SWT: Berilah maaf, perintahkanlah kebaikan dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh (TQS al-A’raf [7]: 199). (Muhammad ‘Alan, Dalil al-Falihin, III/72).
Wa ma tawfiqi illa bilLah! [] abi

Amerika Melecehkan Rasulullah Saw Sementara para Penguasa Kaum Muslimin Tidak Berani hingga untuk Memutuskan Hubungan dengan Pemelihara para Keparat Itu!


Begitulah dan dengan sangat mudahnya orang hina melecehkan makhluk Allah dan suatu kaum menistakan manusia terbaik, nabi umat ini, Rasul Saw! Sekelompok orang Koptik yang dicampakkan oleh kaum Koptik sendiri, bersekutu dengan pastor Amerika, Terry Jones, yang sangat dengki kepada Islam, Nabi Muhammad dan kaum Muslimin; seorang penjahat yang membakar lembaran al-Quran al-Karim pada April lalu… dengan didanai oleh 100 donatur Yahudi dan dengan pemeliharaan secara konstitusional dari rezim Amerika pembantai kaum Muslimin di Irak dan Afganistan, mereka bersekutu memproduksi film jahat yang penuh kebohongan, serangan dan pelecehan kepada Nabi Saw.
}كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا{
Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. (TQS al-Kahfi [19]: 5)

Wahai Kaum Muslimin:
Ini bukan yang pertama kalinya musuh-musuh Islam, orang-orang Eropa dan Amerika, lancang menodai hal-hal yang disucikan oleh kaum muslimin. Bahkan dikarenakan kedengkian terhadap Islam dan kebencian kepada Allah, Rasul dan para pengemban risalahnya, seluruh negara kufur memberi kesempatan untuk menyerang umat ini dan apa-apa yang disucikan oleh umat. Bukan hanya itu, negara-negara kafir itu membuka pintu, bahkan berbagai mimbar, dengan beragam sebutan, dan pemeliharaan konstitusional secara terbuka ataupun tersembunyi, bagi orang-orang yang dengki kepada Islam untuk menyerang Islam dan menyerang apa saja yang memiliki hubungan dengan Islam. Sungguh, mereka sedang melakukan perang hakiki dan terus menerus menentang Rabb semesta alam, al-Quran al-karim, akidah islamiyah dan Nabi umat ini Saw.
}إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ فِي الْأَذَلِّينَ{
Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. (TQS al-Mujadillah [58]: 20)

Sungguh mereka adalah musuh maka waspadalah … Mereka menduduki negeri, menumpahkan darah yang bersih lagi suci, merampok kekayaan, memicu fitnah dan perpecahan di tengah kaum muslimin untuk melemahkan dan menguasainya. Mereka pun menyerang kekasih kita makhluk paling baik, Rasul Saw. Mereka juga membakar lembaran al-Quran al-karim. Maha benar Allah yang berfirman:
}قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ ‏مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ{
Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (TQS Ali Imran [3]: 118)

Allah juga berfirman:
}يُرِيدُونَ لِيُطْفِؤُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ{
Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. (QS ash-Shaff [61]: 8)

Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah SWT?!
Wahai kaum muslimin:
Berbagai musibah dan keterpurukan tidak mungkin menimpa kaum muslimin … dan musuh-musuh Allah tidak mungkin melecehkan Nabi umat ini Saw, seandainya ada Daulah Khilafah. Daulah khilafah adalah penjaga kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Daulah khilafah adalah perisai yang melindungi dan benteng yang kokoh … Seolah-olah sejarah mengulang dirinya sendiri meski dengan cara yang lain. Pada akhir abad ke-19, tahun 1890, seorang penulis Prancis, Henri de Bornier, membuat pentas drama komedi berisi penghinaan kepada Rasulullah Saw. Maka khalifah kaum muslimin, sultan Abdul Hamid, mengirim surat kepada Prancis agar melarang pementasan drama itu di seluruh Prancis. Prancis pun memenuhi permintaan itu dan mengambil keputusan melarang pementasan drama itu. Prancis mengirim surat kepada Sultan Abdul Hamid yang diantara isinya: “Kami percaya, keputusan yang kami ambil sebagai pemenuhan atas keinginan yang mulia Sultan akan memperkuat hubungan hangat di antara kita …”. Ketika penulis itu berusaha mementaskannya di Inggris dan mulai membuat persiapan pementasannya di Allesiyom yang terkenal, Sultan mengetahuinya dan mengirimkan surat agar dilarang, maka pementasan itu pun dilarang dan Inggris, yang kala itu merupakan negara adidaya, meminta maaf atas persiapan pementasannya … hingga sebelum dipentaskan!
Wahai kaum muslimin:
Sungguh, pemimpin tidak akan membohongi warganya, dan Hizbut Tahrir mengingatkan dan memperingatan Anda semua:
Sungguh, Barat berulang kali, pada setiap kesempatan, mendeklarasikan perang salib terhadap Islam dan pemeluknya. Maka jadilah bagian dari penolong agama ini, nabinya dan umatnya. Ketahuilah, perkara ini tidak akan baik kecuali dengan apa yang membuat baik generasi pertama, yaitu Khilafah Rasyidah ‘ala manhaj an-nubuwwah. Berjuanglah bersama Hizbut Tahrir untuk menegakkan Khilafah yang akan membuat setiap orang yang berusaha menyerang umat ini atau apa saja yang disucikan oleh umat ini, melupakan bisikan-bisikan setan …
Adapun jika Anda surut dari mewujudkan seorang Khalifah, yang orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya, maka penghinaan kepada Islam dan hal-hal yang disucikan oleh kaum Muslimin akan terus berlangsung, dan emosi Anda bergolak terhadapnya beberapa jam atau hari, kemudian lenyap dan kembali tenang lagi … dan berikutnya musuh-musuh Allah dan Rasul Saw akan melanjutkan kembali serangan-serangan mereka terhadap Islam dan kaum muslimin. Maka ambillah kejadian ini sebagai pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan.
}إِنَّ فِي هَذَا لَبَلَاغًا لِقَوْمٍ عَابِدِينَ{
Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah). (TQS al-Anbiya’ [21]: 106)


Utsman Bakhasy
Direktur Maktab I’lami Pusat Hizbut Tahrir


PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA
Tentang
FILM “INNOCENCE OF MUSLIMS”
YANG SANGAT MENGHINA NABI MUHAMMAD SAW

NO: 233
14 September 2012/27 Syawwal 1433

Lagi, Rasulullah Muhammad Saw dihina. Kali ini penghinaan itu dilakukan melalui film berjudul “Innocence of Muslims”. Dalam film berdurasi dua jam itu Nabi Muhammad digambarkan sebagai seorang penipu, lelaki hidung belang yang lemah dan gemar melakukan pelecehan seksual terhadap anak (pedofil).
Sam Bacile (56), pembuat film itu, melibatkan 59 aktor dan 45 orang kru. Menurut AP (12/9), Sam adalah warga California, Amerika Serikat (AS) keturunan Yahudi Israel. Dengan bantuan dari 100 donatur Yahudi, Sam berhasil mengumpulkan dana lima juta dolar AS untuk pembuatan “Innocence of Muslims”. Dalam wawancaranya dengan media, Sam menyatakan sengaja membuat film itu. Menurutnya, dengan film ini, kelemahan Islam dapat diekspos ke seluruh dunia.
Ini adalah penghinaan terhadap Rasulullah Saw yang dilakukan oleh orang Barat untuk ke sekian kalinya. Penghinaan ini menunjukkan kebencian mereka terhadap Nabi Muhammad dan Islam. Selalu saja mereka berdalih, pembuatan dan pemuatan film yang menghina itu merupakan bagian dari kebebasan berkreasi. Tapi faktanya, ini adalah kebebasan untuk melakukan apapun termasuk mendeskreditkan, menghina, dan melecehkan Islam dan Nabi Muhammad Saw.
Paham kebebasan semacam ini pada faktanya sangatlah subyektif, artinya hanya berlaku untuk mereka. Ketika di Perancis muslimah dilarang mengenakan jilbab, ”kebebasan” yang mereka dengungkan itu tidak lagi terdengar. Mengapa mereka boleh bebas menghina Nabi, sementara muslimah di Perancis tidak boleh bebas berjilbab? Ketika umat Islam lantang menyerukan penerapan syariah Islam sebagai pengganti Kapitalisme yang memang sudah bobrok, mereka menudingnya garis keras dan radikal. Mengapa mereka bebas berekspresi, sedang umat Islam tidak boleh memilih syariah untuk negeri mereka sendiri?
Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:
  1. Mengutuk pembuatan dan penyebarluasan film yang sangat menghina kehormatan Rasul Saw itu. Juga mengutuk pemerintah AS yang membiarkan begitu saja film ini dibuat dan disebarluaskan kepada khalayak, sebagai perbuatan biadab yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Rasulullah Saw, yang hidupnya dihabiskan untuk menyebarluaskan risalah Islam, menunjuki manusia dari jalan kegelapan menuju jalan terang tauhid, adalah sosok yang mulia, di mana kemuliaannya itu dimuliakan oleh lebih dari 1,5 milyar umat Islam di seluruh dunia. Karena itu, kehormatannya wajib untuk dilindungi dan dibela oleh seluruh umat Islam dengan segala kekuatan.
  2. Menuntut pelaku penghinaan ini dihukum. Bila ia muslim, harus dihukum mati. Bila pelakunya orang kafir dari kalangan Yahudi atau Nasrani, juga harus dihukum mati kecuali mereka bertaubat dan masuk Islam. Demikianlah ketentuan syariah Islam sebagaimana dinyatakan Imam As-Syaukani, Imam Syafi’i dan Imam Hambali.
  3. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk bahu-membahu dalam membela kehormatan Nabi Muhammad dan menolak dengan keras setiap paham atau doktrin yang tidak Islami seperti doktrin tentang HAM, sekularisme dan liberalisme serta sungguh-sungguh berjuang menegakkan Khilafah. Karena hanya Khilafahlah yang akan secara nyata menghentikan semua penghinaan itu, serta melindungi kehormatan Islam dan umatnya, sebagaimana pernah ditunjukkan oleh Khalifah Abdul Hamid II terhadap Perancis dan Inggris yang hendak mementaskan drama karya Voltaire, yang menghina Nabi Muhammad Saw. Ketegasan sang Khalifah, yang akan mengobarkan jihad melawan Inggris itulah yang akhirnya menghentikan rencana jahat itu sehingga kehormatan Nabi Muhammad tetap terjaga.

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto

jazakillah khairan katsiran kepada Hizbut Tahrir Indonesia, atas fakta yang sangat membuka pemahaman saya sebagai seorang muslimah, maka saya himbau kepada pembaca untuk juga mulai membuka pemikiran Anda.